Senin, 25 Oktober 2010

: kebudayaan masyarakat papua


Di tengah keberagaman suku dan budaya di dalam Masyarakat Papua, ada sebuah kebiasaan yang sudah hampir menjadi budaya di tengah-tengah masyarakat yaitu membuat pondok natal pada saat menjelang natal. Tentu saja budaya ini ada setelah Agama Kristen juga ada di Tanah Papua.

Pondok natal selalu tampak pada saat-saat menjelang natal atau saat memasuki Bulan Desember tiap tahun. Kadang kala pada akhir Bulan Novemberpun berbagai macam pondok natal berbagai ukuran dan model sudah mulai berdiri di halaman-halaman rumah penduduk atau tanah-tanah kosong di sekitar perumahan penduduk.
Iqnacius Glen, salah satu Warga Padang Bulan-Jayapura menyatakan bahwa sejak kedatangannya ke Tanah Papua kurang lebih tiga tahun lalu, ia sudah merasakan suasana perayaan natal di Tanah Papua yang berbeda dengan di wilayah lain di Indonesia. Salah satunya adalah pondok natal ini. "Ya, pondok natal ni yang bikin suasana natal di Papua berbeda dengan di tempat lain".

Tidak berbeda jauh dengan Glen, Suci Fitriani Sanmas, salah satu warga perumnas IV Waena yang sejak lahir orang tuanya berdomisili di Papua menyatakan hal yang senada. "Sejak kecil saya sudah biasa lihat pondok natal kalau menjelang perayaan natal" tutur perempuan berdarah Maluku-Yogyakarta ini.

Pondok natal seolah menjadi ikon Papua saat natal. Papua sebagai wilayah dengan mayoritas penduduknya merupakan Umat Kristiani ini berubah menjadi kota yang sangat menarik pada malam hari menjelang natal karena pancaran cahaya dari lampu-lampu beraneka warna yang menghiasi pondok natal.

Selain pondok natal, ada juga warga yang atas inisiatif sendiri membuat pohon natal dengan ukuran besar di halaman rumah dengan menggunakan pohon yang sengaja ditanam untuk keperluan itu. Kidung pujian dan lagu-lagu natal berkumandang dari segenap penjuru kota dalam merayakan hari raya Umat Kristiani ini.

Semoga bukan hanya hingar bingar dan euforia menjelang natal saja yang dilakukan warga tetapi semoga Semangat dan Damai Natal selalu ada di hati seluruh Masyarakat Papua yang semakin majemuk karena derasnya arus masuk penduduk dari tempat lain di Nusantara ke bumi cendrawasih ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar